Minggu, 06 Oktober 2019

Book Review : A Man Called Ove

 

Judul : A Man Called Ove

Penulis : Fredrik Backman

Penerjemah : Ingrid Nimpoeno

Penerbit : Noura Books

Terbit : 2016


Sinopsis :

Sebelum terlibat lebih jauh dengannya, biar kuberi tahu. Lelaki bernama Ove ini mungkin bukan tipemu.

Ove bukan tipe lelaki yang menuliskan puisi atau lagu cinta saat kencan pertama. Dia juga bukan tetangga yang akan menyambutmu di depan pagar sambil tersenyum hangat. Dia lelaki antisosial dan tidak mudah percaya kepada siapa pun.

Seumur hidup, yang dipercayainya hanya Sonja yang cantik, mencintai buku-buku, dan menyukai keujujuran Ove. Orang melihat Ove sebagai lelaki hitam-putih, sedangkan Sonja penuh warna.

Tak pernah ada yang menanyakan kehidupan Ove sebelum bertemu Sonja. Namun bila ada, dia akan menjawab bahwa dia tidak hidup.  Sebab, di dunia ini yang bisa dicintainya hanya tiga hal: kebenaran, mobil Saab, dan Sonja.

Lalu... masih inginkah kau mengenal lelaki bernama Ove ini?


____________

Review : 

Sebenarnya sudah ngewishlist ini dari lama...lama.... banget. Tapi, entah kenapa setiap beli novel baru, novel ini gapernah kebeli, sampai suatu hari aku baca sampelnya di kindle dan ngakak lah aku.

Akhirnya dapat novel ini dari Ka Jiha, tapi malah baca My Grandmother Ask Me to Tell You She's Sorry duluan yang aku beli dari Ka Jiha juga 😂

MGAMTTYSS ini Neneknya Grumpy juga kayak Kakek Ove dan sudah kuselesaikan kemarin, full reviewnya di postingan sebelum ini ya.

Semoga aja nanti Britt-Marie yang lebih grumpy di terjemahkan juga.


Ove ini Dark Cokelat kaliya. Dia bitter juga sweet, dan tentu aku suka sekali dark cokelat, mungkin inilah kenapa Ove tipeku banget.

Kalau ditanya suami idaman, aku gak akan ragu untuk bilang Ove. He's the most caring person i've ever read (re:novel) in my whole life.

Hubungan Ove dan Sonja ini kalau diibatarkan, Ove ini Hujan dan Sonja adalah pelangi. Ove bukan tipikal cowok novel romance novel, dia bukan kaka kelas ganteng badboy, orang kaya raya, CEO muda nan tampan, ataupun sahabat baik hati. He's none of 'em.

Ove hanya laki-laki pekerja keras dan jujur. Dia ini kaya apa ya, buah nangka? Yang kalau dilihat dari luar kasar aneh tapi pas dibuka buahnya manis banget. He's such a person.

Aku muji-muji Ove banget ya, memang dia ini sesweet itu walau dengan caranya yang grumpy banget. Dia ngeselin tapi penuh perhatian.

Dia ini tipe yang gak banyak bicara tapi lebih banyak aksinya. Dia nggak suka basa-basi, dia melakukan hal-hal yang menurut dia perlu dia lakukan.

Seperti MGAMTTYSS novel ini juga bisa memuat moodmu naik turun, kadang kamu akan terpingkal-pingkal, tapi setelahnya kesedihan menyergapmu tanpa tedeng aling.

Aku sepertinya jatuh cinta dengan tulisan Backman, 2 bukunya berhasil mengaduk-aduk perasaanku.


Walau aku lama banget nyelesainnya, aku gak nyesel, karena aku menikmati banget terutama bab-bab terakhir. Yang nyaris membuatku nangis saking nggak relanya.


Karena Ove begitu hangat dan manis dengan segala keterusteranganya.


Aku juga berharap aku bisa baca lebih banyak interaksi Ove dengan anaknya Parvaneh, karena apa? He'll be the sweeteeeeest granpa ever!!

Aku gapunya banyak hal yang mau kuceritakan soal bukunya, aku cuma punya segudang pujian untuk Ove.

Semoga kita akan menemukan Ove versi kita yang akan mencintai kita setulus Ove mencintai Sonja. Dan bisa menjadi Sonja yang mau menerima segala kekurangan Ove.💕



This entry was posted in

Senin, 24 Juni 2019

[Traveling] Karimun Jawa - Bunga Jabe


Yaampun sudah berapa bulan ya saya ngedraft post ini hahaha, memang malas adalah sesuatu yang mengerogoti jiwa, halah.

Berhubung saya punya banyak stok foto Bunga Jabe, dan rasanya sayang kalau tidak saya upload, karena Bunga Jabe pagi hari itu cantik sekali, beneran. Maka saya dedikasikan post ini untuk Bunga Jabe. Semoga berkenan ya.

Semoga teman-teman setelah melihat ini dan baca ulasan kegiatan saya di Karimun Jawa jadi tertarik untuk menginap di Bunga Jabe, jangan lupa pesan makan juga, masakan ibu-ibunya enak banget!!. 

Bunga Jabe Beach adalah salah satu penginapan di Pulau Kemujan, Karimun Jawa. Terletak di sebelah timur Karimun Jawa tepat di dekat bandara. Karena posisinya yang paling ujung itulah juga yang membuat Bunga Jabe menjadi salah satu tempat melihat sunrise terbaik di Kemujan. Saya sih setuju banget, sunrise disini kalau golden hour wah kelar deh. Dan saya suka Bunga Jabe yang tenang dan jauh dari kebisingan.


Untuk ke Bunga Jabe kita harus menempuh perjalanan selama 30 menit dengan sepeda motor. Melalui kebun, sawah, pantai, jalanan naik turun, hutan mangroove ketemu biyawak. Nanti kalian akan menemukan bandara di sebelah kiri, pelan-pelan lihat ke kanan, Plang Bunga Jabe (foto di atas) dapat terlihat beberapa meter di depan, plangnya sebelah kanan, plang sebelah kirinya kecil, jadi kemungkinan tidak terlewat.

Have a great day everyone!

























Mas-mas dan ibunya ramah banget, makanannya enak semua, apalagi jajanan tiap pagi, aduh nagih banget.

Note :
Kelebihan : Pantai pribadi, Makanan enak, tempat nyaman, host yang ramah, harga relatif terjangkau, bisa lihat sunrise dan plaknton kalau neruntung, bisa langsung berenang di depan penginapan.

Kekurangan : Meni jauh pisan euy, gelap gulita kalau pulang malem.

Bunga Jabe Beach
Rate : 50-450rb/malam
No.tlp : +62 853-2648-0858 (Mas Opik)

[Traveling] Karimun Jawa - Akomodasi

 



Post kali ini saya akan memberikan sedikit gambaran tentang pengeluaran dan informasi seputar jadwal kegiatan selama di Karimun Jawa. Kalian bisa bagi dan kalikan sendiri sesuai kebutuhan, dan sharing bareng teman.

Itinerary Karimun Jawa
Day 1 
19.00-21.00 - Pelabuhan Jepara
21.01-02.59 - Istirahat kalau bisa
03.00-05.00 - Antre Tiket Feri Siginjai
07.00-11.30 - Perjalanan Menuju Karimun Jawa
12.00-17.00 - Makan, dan Main di Bunga Jabe
18.00-19.00 - Mandi dan siap siap ke Alun-alun Makan
19.00-21.00 - Makan di Alun Alun
21.00 - Istirahat

Day 2
05.00 - 07.00 - Subuh, dan berburu Sunrise
07.00 - 08.00 - Mandi, Sarapan
08.00 - 10.00 - Explore Kemujan (Mangroove, Sawah, Bukit)
11-00 - 14.00 - Istirahat 
14.00 - 18.00 - Berburu pantai untuk Sunset
19.00 - Pulang ke Bunga Jabe, makan dan istirahat, siap-siap besok tour laut.

Day 3
08.00-09.00 - Sarapan
09.00 - 17.00 - Tour Laut, hopping island, snorkling, penangkaran hiu, makan siang dll.

Day 4
11.00 - Beli Tiket 
13.00 - Perjalanan kembali menuju Jepara
18.00 - Sampai di Jepara

Pengeluaran selama ke Karimun Jawa (4 Hari-3 Malam)
Tiket kereta          : 300,000/pp
Travel                   : 150,000/pp
Kapal Siginjai      : 190,000/pp
Sewa Motor         : 75,000/hari
Penginapan          : 200,000/hari
Tour laut              : 200,000/hari
Makan                 : 200,000
Bensin                 : 10,000/liter

Note!
Harga travel biasanya 45rb-50rb tapi karena masih masa lebaran harga travel biasanya naik.

Penginapan :
Bunga Jabe Beach
Rate : 50-450rb/malam
No.tlp : +62 853-2648-0858 (Mas Opik)

Homestay Pantura
Rate 10-200rb/malam
No.tlp : +62 852-9004-3274 (Pak Solikul)

Sewa Motor
Rate : 75,000
No.tlp : +62 822-4301-9533 (Mas Pluwek Morgan)

Tour Laut (Nautika Karimun Jawa)
Rate : 200,000
No.tlp : +62 853-2804-8520 (Mas Gugun)

Kencana Travel
Rate : 45-75rb
No tlp poll Semarang - +62 812-2660-9009
No.tlp poll Jepara - +62 813-9262-8118

Semoga bermanfaat dan selamat berlibur ke Karimun Jawa!

[Traveling] Karimun Jawa - Hari Ke 3


Hari Ke-3

Hari ini kita bakalan ikut tour laut yeay!, tour laut kali ini kita nggak sama Bunga Jabe karena semalem sebelumnya kami kekurangan personil, jadi kita ikut open tripnya Nautika Karimunjawa punya mas Gugun.

Biasanya kalau tour laut meeting pointnya jam sekitar 9 pagi di dekat pelabuhan, karena rumah mas Gun dekat pelabuhan meeting point kami ya dirumah mas Gun. Karena kami belum sarapan sekitar jam 7an lewat kami sudah jalan ke Karimun sekalian cari sarapan.

Kami dapat sarapan gratis di bale rumah Mas Gun, BTW hahaha, dan saat sarapan itulah kami juga berkenalan dengan beberapa teman yang akan berangkat bareng. Sealain Ella dan Esty, ada Mas Gugun, Mba Atik, Mas Diki, Mas Aldy, dan dua mas mas lagi yang namanya sama yaitu Mas Arip. Setelah semua kumpul dan siap, kami berangkat dari pelabuhan menuju gosongan untuk snorkling.
(Kiri ke Kanan Mas Arip, Mba Atik, Mas Aldy, Esty, Ella, dan aku tentunya, minus Mas Gun, Mas Diki dan Mas Arip)
(Kiri ke kanan belakang, Mba Atik, Mas Diki, Aku, Ella, Mas Arip Kurus, Esty, Mas Aldy minus Mas Gun dan Mas Arip)

Sebelum saya cerita tentang snorkling, saya punya dua kejadian yang membuat saya trauma sekali dengan air, berenang. Semenjak saat itu saya pilih-pilih teman kalau diajak berenang, teman-teman yang pernah mengajak saya mantai pasti tau bahwa saya lebih sering jaga tas dibanding ikut mereka berenang, perasaan takut itu seringkali muncul tanpa pernah diduga-duga, dan biasanya saya simpan dalam-dalam biar saja mereka taunya saya malas berenang.

Selain takut berenang dan ketinggian, saya ini manja dan clumsy sekali, kalian yang teman dekat saya pasti sudah nggak kaget saya adalah orang yang harus dihadapi dengan kesabaraaaaan super extra. Itulah juga kenapa saya tidak mau ikut naik gunung karena saya tau diri, saya merepotkan hahaha.

Hari ini saya melaut bersama teman-teman baru, dalam hati saya ratusan kali bilang "nggak usah berenang" di kapal saja, liat dari atas kapal. Tapi hari ini saya mencoba memberanikan diri berenang di laut...hasilnya....saya tersedak dan hampir menangis...

Setelah mencoba beberapa kali...saya akhirnya naik ke atas kapal...saya panik...saya menyerah...

Saya dibujuk oleh mas Arip "hayo sini turun..." saya cuma senyum dan bilang "nanti mas", tangan saya gemetar...saya mau menangis....kenapasih saya harus panik dan gemetar begini...bodoh sekali...padahal jelas-jelas saya pakai pelampung!

Akhirnya saya dari atas kapal disuruh memberi makan ikan dengan biskuit agar ikannya mendekat...
saya melihat puluhan ikan di samping telapak tangan saya...berebut roti...ikan berwarna warni cantik sekali...saya mau berenang bersama ikan :"( tapi saya takut :"( saya melepas kacamata snorkling di kepala...DAN karetanya putus...saya makin ingin memangis, kenapa saya seceroboh itu sih...walau kata mas Gun tidak apa-apa...tapi saya tahu dalam hati mas gun pasti kesal, yakaaaan? ini anak udah gabisa berenang malah mutusin karet kacamata wkwkkw mas, maaf ya :"( 

Setelah belasan menit berlalu saya memberanikan diri, mumpung disekitar kapal sepi...karena buat saya, semakin banyak orang maka makin paniklah saya, suasana sepi inilah yang buat saya sedikit berani...

Oke mari kita coba lagi ya....

Saya turun sendiri  tidak ada yang mengawasi, tapi toh saya pakai pelampung. Pokoknya pikiran saya waktu itu jangan buat mas Diki dan mas Gun repot dan kesal karena ulah saya (lagi). Saya harus bisa minimal dekat-dekat perahu, pegangan sama perahu. Karena saya tau saya pasti menyusahkan sekali kalau diajari lagi.

Dan saya bisa :") berkali kali air masuk selang, berkali kali kaca berembun, sendirian saya kecipak-kecipuk dihanpiri mas Arip...dia bilang tuh sudah bisa. Dan disamper mas diki diajak ke Ella dan Esty. Ke tempat yg lebih dekat karang dan agak jauh dr perahu. Selama diperjalanan saya panik berkali-kali setiap air masuk selang ataupun kacamata berembun, payah memang, dan woi plis banget jauh banget dari kapal eta tolong, tapi mas Diki sabar banget woi saya terharu.

Saat sampai, baru juga sampai wooiii saya disuruh lepas pelampung oleh mas Gun, woi saya mau lempar mereka berdua pakai jambu merah yang saya petik di depan rumah Mas Gun, mereka berdua ini gimana sih, saya kan baru bisa berenang, mana perjalanan kesini aja butuh perjuangan disuruh lepas pelampung pula, mereka ini gak ngerti amat kalau saya panik banget woi :"(

Setelah dibujuk paksa akhirnya saya menurut lepas pelampung, yaampun saya jadi mau traktir mas Gun sama mas Diki chatime :"( mereka SABAR banget-banget woi ngajarin saya, kesabaran kalian terbuat dari lautan Karimun sih ya, luas. uluh uluh. Saya jadi bisa berenang tanpa pelampung, tanpa snorkel, tanpa kacamata. Terima kasih mas mas yang sudah bantuin dan nyemangatin!!!

Kadang saya mikir juga sih, saya tuh beruntung banget ketemu sama teman-teman yang sabaaaaaaar banget ngadepin saya yang super extra ini, wah bener bener, bukan cuma teman main, tapi teman baru kayak mereka ini juga, semoga kalian sehat selalu ya. 

Nyeselnya kalau tau saya cuma snorkling sekali, saya bakalan turutin untuk belajar turun ke dasar laut. Sayangnya karena baru tau snorklingnya sekali aja (karena yang lain udah gamau, padahal saya masih mau sih tapi sendirian masa yakali) mungkin pertanda untuk kesana lagi.

Btw, aslinya snorklingnya dua kali ya guys, di gosongan dan disekitar pulau cemara kecil. 


Oia aku akan tutup post kali ini dengan sambel rujak yg super enak!!!

have a great lunch everyoneeeee <3

Traveling - Karimun Jawa - Hari Ke 2

 


Hari Ke- 2

Hari kedua di Bunga Jabe, kali ini kami memutuskan untuk bangun pagi dan melihat sunrise. Kami kira kami tidak akan melihat sunrise, karena terturup awan. Ternyata hari ini hari keberuntungan kami, sunrise disini cantik sekali. Kami mengambil bayak foto, video dan menikmati sunrise dengan sukacita. Ah indah sekali hari ini. Saya juga melihat pasangan bule yang duduk di kursi melihat sunrise pagi ini. Jauh dari keramaian hanya ditemani debur ombak dan angin pantai. Ah 

Pasangan bule tadi duduk duduk disini menjelang matahari terbit, ah romantis bukan?

Bunga Jabe memang cocok sekali untuk menyepi, karena jauh dari hiruk pikuk kota, tenang dan nyaman. Belum lagi makananya yang enak. Sebenarnya kalau kalian memang tidak mau kemana-mana atau hanya ingin berenang, menghabiskan hari tanpa ada keinginan untuk pergi ke alun-alun ataupun explore tempat lain selain pantai (buktit atau pantai sebelah) dan hanya ingin berenang dan snorkling, Bunga Jabe adalah pilihan yang sangat tepat. Bunga Jabe punya semua yang kalian butuhkan. Nanti saya akan buat postingan khusus soal Bunga Jabe, klik disini ya linknya.

Kalian bisa menyewa cano untuk main main di laut, berenang langsung di depan pantai di Bunga Jabe bisa, ikut tour laut ke pulau-pulau yang bukan pulau 'biasanya' melihat plankton biru malam hari! Bahkan katanya kalian bisa snorkling di Bunga Jabe hanya perlu berjalan sekitar 100meter. Paket langkap bukan? Pagi ini kami disuguhi klepon buatan ibu, dan juga teh/kopi yang bisa kami buat sendiri. Yaampun kleponya enak! Nggak ngerti lagideh.


Kamipun bersiap-siap untuk pergi ke hutan mangrove. Saat sampai di hutang mangrove penjaga mangroovenya belum juga muncul, jadilah kami masuk mangroove tanpa bayar, eit tenang saja, kami tetap bayar kok ketika si bapaknya sudah datang. Berhubung Ella dan Esti takut masuk lebih dalam ke mangroove akhirnya kami hanya foto-foto di depan mangroove saja. Lumayan lah ya. Jadi saya nggak bisa cerita banyak soal keadaan sekitar hutan mangroove tapi sepertinya sih rekomen karena setelah kami sampai ada beberapa warga juga yang ikut masuk ke dalam hutan mangroovenya. 


Setelah selesai ke mangroove kami memutuskan untuk ke sawah. Hahaha, pasti kaget kan? ke pulau tapi ke sawah. Karimun Jawa itu memang wisata pantai tapi kami yang ada ada aja ini malah ke tempat yang bukan pantai. Tapi bukit-bukit yang mengelilingi karimun jawa ini oke juga loh, jadi kalau kalian bosen main ke pantai bisa mencoba alternatif kayak kami ke mangroove dan sawah. Biar besok tour lautnya aja yang puas puasain ya. 

Selain ke sawah kami juga ke hotel Asri, di hotel Asri ini sebenarnya masih dalam perdebatan, karena katanya jika ingin dikomersialkan hotel ini harus di bogkar dan dipindah ke daratan, sedangkan jika hanya untuk penangkaran hiu izin pendirian bangunan diperbolehkan.


Karena kami lapar akhirnya kami pun mencari makan disekitaran Kemujan. Di Kemujan ini selain jauh dari pelabuhan ternyata sulit sekali mencari warung makan, kami tadinya pasrah saja makan di bunga jabe lagi, tetapi kami melihat seperti cafe (saya malam sebelumnya sempat melihat cafe ini dan lumayan ramai kalau malam hari, seperti tempat hitznya anak Kemujan) Beruntunglah sudah buka, jadi kami bisa memesan makanan disini. Tapi ternyata untuk ukuran makanan di pulau jawa apalagi di kemujan, harga makanan di sini cukup mahal juga. Tepat disebelah ada minimarket jika kalian butuh beli minuman atau jajanan, tapi pastikan cek tanggal kadaluarsanya ya.


Setelah kenyang kamipun kembali ke Bunga Jabe, teriknya matahari membuat kami malas berada diluar, padahal harusnya kami mulai explore pantai sekitar Kemujan, tapi apalah daya. Kami baru keluar lagi sekitar jam dua sore, target kami yaitu ke Bukit Love dan Pantai 'Cupcup' ehehehe. Bukit lovenya bagus, tapi sayang ramai sekali, jadilah kami hanya mampir sebentar lalu bergegas ke pantai.

Karena kami buru-buru jadilah kami berhenti di pantai pertama yang kami lihat, namanya pantai Alano.Ternyata pantai Alano ini sepi sekali, seperti pantai tak berpenghuni, hanya ada belasan kapal nelayan yang parkir di pantai, dan satu dua bapak-bapak, tidak ada warung maupun pedang asongan. Bahkan hanya terdapat kotak untuk kebersihan saja.


Tapi pantai disini cantik sekali, putih bersih, sepi, sayangnya ini adalah pantai sunrise, kami buru-buru kembali ke Kemujan dan menuju ke pantai merican tapi sayangnya kami terlalu sore, dan perjalanan menuju merican sangat gelap dan masih belum dijamah manusia.

Jadi kami putuskan untuk pulang saja, dan memesan makan di ibu. Makan malam kali ini kami memesan dua porsi saja karena ikan kemarin besar sekali, mubazir. Dan kami seperti pesta! Luar biasa servicenya bunga jabe, makanan enak suasana nyaman. Ah cinta sekali!


Setelah puas makan kami sempat duduk duduk dulu menikmati angin malam di depan weapella cafenya Bunga Jabe. Selamat istirahat! besok kita akan tour laut.

[Traveling] Karimun Jawa - Hari Ke 1


         Halo, lama tidak menyapa!

         Sebelumnya saya ingin memperkenalkan dulu teman-teman ngebolang kali ini, ada Ella dan Esti, mereka berdua teman sekolah dari Solo. Berhubung saya dari Jakarta, kami putuskan untuk bertemu di Semarang. Setelah sepakat untuk bertemu jam 7 malam di poll travel Kencana Semarang dan Ella dan Esti datang (terima kasih Nur dan Icak tanpa kalian apalah aku di Semarang sendirian)  kami membeli bekal makan untuk malam, nasi padang (iya nasi padang untuk supper (?) coba bayangkan tengah malam makan nasi padang, gimana mau kurus.

       Perjalanan dari Semarang ke pelabuhan Jepara ternyata hanya memakan waktu dua jam saja, jadi kami tiba di pelabuhan sekitar jam 9 malam. Padahal loket kapal Feri Siginjai dibuka jam lima pagi. Malam masih panjang. Kami putuskan untuk makan malam di emperan depan sekertariat pelabuhan sebelum masuk ke area tunggu dekat loket.

        Malam ini ramai, mungkin karena masih suasana mudik jadi masih banyak keluarga yang bolak-balik Jepara-Karimun ataupun sebaliknya. Beruntunglah suasana pelabuhan ramai, karena Ella bilang, dulu saat dia kesini, pelabuhan dalam keadaan gelap gulita dan sepi.

      Oia, kami hari ini rencananya akan menginap di loket pelabuhan karena harus mengantre untuk membeli tiket kapal Siginjai jam 5 pagi nanti. Tiket Express Bahari atau kapal cepat sudah habis terjual jauh-jauh hari karena dapat dipesan secara online sedangkan tiket Feri Siginjai dapat dibeli langsung pada hari itu.

       Tapi untuk kalian yang khawatir menginap di pelabuhan, bisa kok tanya sama driver travel atau warga sekitar, homestay yang murah untuk semalam. Dan pagi-pagi kalian bisa langsung ikut mengantre. Malam ini kami tidur di kursi-kursi dekat perpustakan pelabuhan, untungnya di dalam ruang tunggu ini hangat walau ada nyamuk sih, tapi beruntunglah kami tidak harus menginap di luar yang pasti anginnya akan dingin sekali.

       Kami berusaha tidur sebisa mungkin tapi jam tiga pagi saja, orang-orang dan calo mulai sibuk mengantre, jadilah Ella mengantre tiket bersama para penumpang lain. Padahal loket masih dibuka dua jam lagi! Setelah selesai mengantre tiket dan sholat kami berjalan menuju kapal, yang bodohnya kami salah jalan hahaha, harusnya kami keluar dari area loket, kami malah masuk ke area kapal express.

       Ternyata saat kami masuk, suasana kapal sudah lumayan penuh, kami memilih duduk di lantai dua kapal. Sebenarnya banyak kursi kursi yang masih kosong, tapi karena kursi itu dijadikan hak milik oleh sebagian penumpang, akhirnya penumpang lain yang tidak kebagian duduk mengelar tikar di area jalan kanan-kiri, kapal berangkat pukul 07.00 pagi.

         Entah kenapa ya kayaknya dimana-mana tuh memang susah banget untuk tertib. Tadi pagi saat mengantre, Ella di selak 2 ibu-ibu dan satu bapak-bapak yang entah datang dari mana. Masalahnya kami saja bela-belain tidur disini dan mengantre, dia entah datang darimana tiba-tiba masuk ke antrean! Kalaupun dia tidur di sini juga kan dia harusnya mengerti, semua orang juga lelah dan ingin cepat dapat tiket kan? Duh! Lalu lihat suasana kapal, satu orang niat sekali menguasai lima kursi untuk dia tidur. Kalian kan ya bayarnya satu loh, kasihan yang harus duduk di lantai, selain kasihan kan juga mengganggu jalan. Tapi yah ditegur malah dia yang lebih galak. Benar kan? Capek deh!

         Oia, jangan lupa sarapan dan minum obat ya, karena selain kesal melihat tingkah orang-orang, kesehatan kalian juga perlu di jaga. Jadi, pastikan kalian sudah sarapan secukupnya dan minum obat agar tidak mabuk laut. Karena perjalanan menggunakan Siginjai ini harus ditempuh dalam 5 jam dengan kondisi arus yang saat itu lumayan kencang. Jadi lebih baik tidur agar tidak terlalu terasa guncangannya. Naik express pun lebih terasa lagi guncanganya, jadi persiapkan diri dan fisikmu secara baik baik ya, jangan sampai kamu kelelahan duluan sebelum sampai Karimun.


        Saat di kapal saya berkenalan dengan ibu-ibu yang duduk di samping saya, beliau juga dari Jakarta rupanya. Beliau banyak bercerita dari mulai geng ngajinya yang suka jalan-jalan sampai masa-sama beliau kuliah. Dia ternyata ke Karimun bertiga, bersama Suami dan anaknya. Go show. Belum booking penginapan dan tour lautnya. Atau mungkin anaknya yang urus. Oia, namanya bu Iin. Dan ketika si bapak datang, saya jadi ingat, ini kan bapak yang tidur di sebelah kami waktu kami makan nasi padang semalam.

       Setelah terombang-ambing di lautan selama kurang lebih 5 jam, kami akhirnya sampai juga di Karimun Jawa yang PADAT SEKALI. Saya pun pamitan ke keluarga bu Iin, lalu kami berpisah. Jalanan di pelabuhan Karimun macet karena banyak mobil-mobil yang akan masuk dan keluar kapal, belum lagi gerombolan manusia yang menunggu dijemput atau menanti kendaran sewaan.

        Dulu, kata Ella, jalan Karimun masih sepi dengan mobil, hanya ada sepeda motor saja. Lagipula jalanan Karimun Jawa itu kecil, kayaknya buat teman-teman yang mau menyebrang bawa mobil sebaiknya di urungkan saja niatnya, atau kalau sekeluarga mending sewa mobilnya disana saja, karena mobil jika dibawa menyebrang tarifnya sekitar 800rb sekali jalan, belum penumpangnya.

      Suasana ramai dan panas Karimun Jawa menyambut kami dengan sukacita, ah lega rasanya. Karena masih agak pusing saya membeli es kopi depan 'rumah besar.' ternyata harganya 3rb saja euy! Bahkan murah ini daripada di warteg Jakarta eheheh. Eh eh eh, ketemu lagi sama bu Iin yang sedang meneduh dibawah pohon. Beliau cerita akhirnya anaknya sudah ikut tour laut tapi masih cari penginapan yang kosong. Berpisahlah kami dengan bu Iin karena motor sewaan kami sudah datang. Yeay! Welcome to Karimun Jawa.

      Setelah mendapat motor dari Mas Pluwek, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Bunga Jabe. Peringatan untuk kalian semua ketika melihat tukang bensin, segera belilah bensin karena bensin disini langka sekali! Kami nyaris kehabisan bensin, untungnya kami menemukanya setelah nyaris sepuluh menit keliling-keliling.

     Selain bertemu bensin, kami juga bertemu dengan bapak pemilik penginapan 'Homestay Pantura'. Homestay si bapak ini persis dibelakang rumah nenek penjual bensin. Saya lupa nama si bapak karena beliau meminta saya menyimpan nomornya dengan nama Homestay Pantura. Untuk kalian yang ingin menginap di tempat yang tidak terlalu jauh dari pelabuhan tapi dekat pantai, homestay Pantura ini bisa jadi pilihan. Disini juga kalian bisa melihat sunset tanpa perlu jauh jauh ke pantai lagi(yaiyalah pantainya terbentang di depan persis). 

(Homestay Pantura)
       Setelah selesai bercakap-cakap dengan si bapak kami melanjutkan perjalanan ke Bunga Jabe, perjalanan di dominasi dengan sawah-sawah, kebun dan hutan mangroove. Ternyata perjalanan menuju Bunga Jabe harus ditempuh selama tiga puluh menit dari pelabuhan, letak Bunga Jabe ini nyaris di ujung pulau persis di dekat bandara. Dan Bunga Jabe sudah tidak bisa disebut Karimun, tapi Kemujan. Jadi selamat datang di Kemujan!

        Setelah 30 
menit mengendarai motor, akhirnya kami sampai juga di Bunga Jabe. Kamar kami letaknya paling ujung, dan ketika kita membuka kamar yang kami lihat adalah lautan! Sesaat setelah kami sampai, kami disuguhi Es Teh Manis yang menyegarkan, wah rasanya lelah dan dahaga langsung hilang. Waktunya main di pantai!





       Hari ini kami putuskan untuk main-main di Bunga Jabe saja, agar lelah di badan kami setelah 5 jam perjalanan sirna. Bunga Jabe cantik sekali. Kalian bisa berenang dan main di pantai langsung dari depan kamar. Karena kami kelaparan akhirnya kami memesan makanan ke dapur penginapan. Ibu di dapur bilang mereka hanya punya lauk ikan, apakah kami tidak apa-apa?

Tentu saja, kamikan pemakan segala!



    





















      Dan ternyata masakan ikannya besar sekali, rasanya segar dan enak. Tapi karena terlalu besar kami bagikan ikanya ke Bianca, yup, Bianca adalah teman baru kami, si kucing. Nanti malam kami akan menuju ke Alun-alun, duh jangan bayangkan dulu bagaimana jalanannya, sudah pasti malam ini juga akan panjang.