Minggu, 06 Oktober 2019

Book Review : A Man Called Ove

 

Judul : A Man Called Ove

Penulis : Fredrik Backman

Penerjemah : Ingrid Nimpoeno

Penerbit : Noura Books

Terbit : 2016


Sinopsis :

Sebelum terlibat lebih jauh dengannya, biar kuberi tahu. Lelaki bernama Ove ini mungkin bukan tipemu.

Ove bukan tipe lelaki yang menuliskan puisi atau lagu cinta saat kencan pertama. Dia juga bukan tetangga yang akan menyambutmu di depan pagar sambil tersenyum hangat. Dia lelaki antisosial dan tidak mudah percaya kepada siapa pun.

Seumur hidup, yang dipercayainya hanya Sonja yang cantik, mencintai buku-buku, dan menyukai keujujuran Ove. Orang melihat Ove sebagai lelaki hitam-putih, sedangkan Sonja penuh warna.

Tak pernah ada yang menanyakan kehidupan Ove sebelum bertemu Sonja. Namun bila ada, dia akan menjawab bahwa dia tidak hidup.  Sebab, di dunia ini yang bisa dicintainya hanya tiga hal: kebenaran, mobil Saab, dan Sonja.

Lalu... masih inginkah kau mengenal lelaki bernama Ove ini?


____________

Review : 

Sebenarnya sudah ngewishlist ini dari lama...lama.... banget. Tapi, entah kenapa setiap beli novel baru, novel ini gapernah kebeli, sampai suatu hari aku baca sampelnya di kindle dan ngakak lah aku.

Akhirnya dapat novel ini dari Ka Jiha, tapi malah baca My Grandmother Ask Me to Tell You She's Sorry duluan yang aku beli dari Ka Jiha juga 😂

MGAMTTYSS ini Neneknya Grumpy juga kayak Kakek Ove dan sudah kuselesaikan kemarin, full reviewnya di postingan sebelum ini ya.

Semoga aja nanti Britt-Marie yang lebih grumpy di terjemahkan juga.


Ove ini Dark Cokelat kaliya. Dia bitter juga sweet, dan tentu aku suka sekali dark cokelat, mungkin inilah kenapa Ove tipeku banget.

Kalau ditanya suami idaman, aku gak akan ragu untuk bilang Ove. He's the most caring person i've ever read (re:novel) in my whole life.

Hubungan Ove dan Sonja ini kalau diibatarkan, Ove ini Hujan dan Sonja adalah pelangi. Ove bukan tipikal cowok novel romance novel, dia bukan kaka kelas ganteng badboy, orang kaya raya, CEO muda nan tampan, ataupun sahabat baik hati. He's none of 'em.

Ove hanya laki-laki pekerja keras dan jujur. Dia ini kaya apa ya, buah nangka? Yang kalau dilihat dari luar kasar aneh tapi pas dibuka buahnya manis banget. He's such a person.

Aku muji-muji Ove banget ya, memang dia ini sesweet itu walau dengan caranya yang grumpy banget. Dia ngeselin tapi penuh perhatian.

Dia ini tipe yang gak banyak bicara tapi lebih banyak aksinya. Dia nggak suka basa-basi, dia melakukan hal-hal yang menurut dia perlu dia lakukan.

Seperti MGAMTTYSS novel ini juga bisa memuat moodmu naik turun, kadang kamu akan terpingkal-pingkal, tapi setelahnya kesedihan menyergapmu tanpa tedeng aling.

Aku sepertinya jatuh cinta dengan tulisan Backman, 2 bukunya berhasil mengaduk-aduk perasaanku.


Walau aku lama banget nyelesainnya, aku gak nyesel, karena aku menikmati banget terutama bab-bab terakhir. Yang nyaris membuatku nangis saking nggak relanya.


Karena Ove begitu hangat dan manis dengan segala keterusteranganya.


Aku juga berharap aku bisa baca lebih banyak interaksi Ove dengan anaknya Parvaneh, karena apa? He'll be the sweeteeeeest granpa ever!!

Aku gapunya banyak hal yang mau kuceritakan soal bukunya, aku cuma punya segudang pujian untuk Ove.

Semoga kita akan menemukan Ove versi kita yang akan mencintai kita setulus Ove mencintai Sonja. Dan bisa menjadi Sonja yang mau menerima segala kekurangan Ove.💕



This entry was posted in

0 comments:

Posting Komentar