Jumat, 19 Januari 2018

Book Review : Hate List


"Seperti selalu ada waktu untuk kesedihan, akan selalu ada waktu untuk penyembuhan." 

Judul: Hate List
Penulis: Jennifer Brown
Penerbit: Spring
Tahun: 2017

Blurb:
Lima bulan yang lalu, pacar Valerie  yang bernama Nick melakukan penembakan di kafetaria sekolah. Pemuda itu menembaki orang-orang yang namanya ada di dalam Daftar Kebencian yang Valerie buat.

Sebuah daftar berisi nama-nama orang yang dia dan Nick benci.

Sekarang, setelah liburan musim panas usai, Val dipaksa untuk menghadapi rasa bersalahnya ketika dia harus kembali ke sekolah untuk menjalani tahun terakhirnya di SMA.

Dihantui oleh rasa sayangnya pada Nick dan Daftar Kebencian yang dia buat, bisakah Val melanjutkn hidupnya ditengah penghakiman teman-teman sekelas dan sahabat-sahabatnya?


Review
Bagaimana Valerie harus hidup setelah dunianya hancur? setelah orang yang dia cintai pergi meninggalkan dia sendirian bersama luka di dalam dirinya, di tubuhnya.

Bagaimana Valerie harus menjalani hidup setelah semua kekacauan yang terjadi dalam hidupnya, ya memang sih hidup sebelum ini sudah agak kacau, tapi dia kan punya Nick, Nick yang sekarang dikenang orang sebagai pembunuh.

Mungkin Valerie hanya belum sanggup menghadapi dunia luar. Ketidaktahuan akan apa yang menghadapinya di luar setelah dia dinyatakan sebagai orang yang ikut ambil bagian dalam penembakan di The Commons.

Ketakutan tentang bagaimana orang-orang akan memandangnya? bagimana ketika dia harus bertemu temanya, atau menginjakan kaki di lorong sekolahnya lagi, setelah semua kejadian itu.

Buku ini menceritakan tentang bagaimana akhirnya Valerie bisa bangkit dan memulai kembali, walaupun benar kata Dr.Hieler bahwa kita tidak dapat menghapus hal hal menyakitkan yang pernah terjadi.

Yang harus dilakukan adalah mengeluarkan semua yang mengendap dalam pikiran Valerie, menghadapinya dan bertahan.

Tapi bisakah dia bertahan dari tatapan teman-temanya yang menuduhnya pembunuh? bisakah dia mempercayai seseorang dalam keadaanya yang sekarang?

Btw, saya baca novel ini jadi inget novel satu mata panah pada kompas yang buta milik Kak Suarcani, tentang narapidana yang keluar dari penjara dan mencoba melanjutkan hidup, mirip seperti Valerie.

Saya suka plotnya, cerita dengan alur maju mundur yang menceritakan bagaimana kejadian tanggal 2 Mei tersebut berlangsung dan bagaimana Valerie melalui hari-hari setelahnya.

Tapi saya masih merasa kurang, entah kenapa saya penasaran apa alasan Nick melakukan penembakan, apa saja yang Nick dan Jeremy lakukan sebelumnya.

Terasa masih mengantung, andai saja ada POV Nick :")

Btw, untuk teman-teman yang sedang healing dari  kalian bisa juga coba baca ini, atau falling into place-nya Amy Zhang, dan Sepasang Mata Panah pada Kompas yang Buta. Mungkin kalian akan menemukan sesuatu yang dapat kalian ambil atau entahlah, perasaan bersyukur? mungkin.

"Karena siapa diri kita seharusnya adalah pertanyaan termudah untuk dijawab, kan? Hanya saja, untuk waktu yang sangat lama itu tidak mudah buatku. Mungkin memang tidak pernah mudah."

Have a great day!
This entry was posted in

0 comments:

Posting Komentar