Hello! Xin chào!
PERSIAPAN!
Akhirnya aku punya keinginan untuk nulis perjalanan kali ini. Sejujurnya ini
adalah perjalanan implusif (kayaknya aku memang sering implusif). Aku beli
tiket ke Vietnam di Oktober, dan tiket balik di November 2023.
Waktu itu harga tiket ke Vietnam sedang promo di Scoot, jadilah aku mengajak beberapa temanku, pada akhirnya yang jadi hanya Dewi dan Rina. Kami berangkat dari kota berbeda, kita akan ketemu (transit) di Singapore sebelum ke Ho Chi Min. Persiapan kami cukup matang, itulah kenapa kayaknya kami cukup leluasa kesana-kesini karena sudah banyak searching sebelumnya. Beberapa tips persiapan kalau traveling bareng :
Pertama, buat tabungan untuk uang kas, yang dari tabungan itu kalian bisa bayar hotel, transport, tiket wisata dan makan bareng. Karena, kadang nominalnya ganjil, kalau kalian punya uang bersama itu akan lebih mudah untuk di bagi. Kami menabung sekitar Rp.1.650.000 + vnd 162,000. Sebagain besarnya kami tukar ke VND. (Masih sisa Rp.40,000 + vnd 10,000).
Kedua, tuker VND di Indonesia, money changer yang menurut aku worth it di Jakarta :
1. Smartdeals (dia ada websitenya jadi kalian bisa lihat berapa nilai tukar mata uangnya) di web nilai tukarnya 1 Rp = vnd 0,67 tapi dia hanya buka weekdays, aku kerja jadi gabisa tukar ke sana.
2. Captain Money Changer (nilai tukarnya oke banget) nilai tukar 1 Rp
= 0,68 vnd, bisa chat/telpon dulu untuk dela rate baru kesana bayar, tunai ya.
3. Jenius : ratenya lebih oke dari BCA, tapi aku gabisa narik uang
gatau kenapa pinku salah, dan kena charge 5000/gagal narik, meh~ (rate sekitar
vnd 0,65-0,66)
4. Bawa kartu BCA (krn BCA adalah penyelamat, dia bisa dipakai di
atm, narik uang, juga aku pakai pas naik bus hop on hop off. Tapi ratenyaaa
tinggi 0,72
5. Bawa uang dollar, kalian bisa tukar dollar kalian disana 1$ = vnd
24,000an
Pokoknya kalau kalian dapat nilai tukar lebih dari vnd 0,7 mending kalian tarik atm aja disana. Rina pakai atm BCA untuk ambil uang, dan ada fee sebesar 20,000. Sedangkan aku ada fee 5000 saat pakai untuk bayar hop on hop off bus. Dan ratenya fluktiatif banget. Kalian juga bisa bawa cc atau kartu debit yang ada logo visa/mastercardnya ya.
Ketiga, ini bisa kalian tanyain atau bisa kalian kenali saat kalian menentukan itinerary saat bareng temen yang kalian ajak, cari temen jalan itu sama kayak cari kopi, cocok-cocokan, pastikan kalian adalah orang yang adjustable, soalnya kalau kalian gabisa adjust sama temen jalan kalian, kelar. Bukannya jalan-jalan yang ada malah bete seharian. Tanya dia lebih suka traveling yg luxury atau on budget, kudu fix sama schedule atau bisa flexible, lebih suka naik grab atau sewa motor, harus sarapan atau bisa brunch aja, bangun pagi atau tidur pagi, lebih suka tidur di hotel atau hostel, belum lagi soal makan terutama yang muslim, kalau belanja buat oleh-oleh mau spend time lebih banyak atau beli seadanya aja gapapa.
Pokoknya make sure temen jalan kamu
sealiran, atau pastikan kamu dan dia orangnya bisa adjusting. Kalau kamu
gabisa ngubah temen jalanmu, ubah mindest kamu biar kalian tetep bisa menikmati
the rest of the trip. Terus jangan suka banding-bandingin temen jalanmu sama
temenmu yang lain, bandinginnya after trip aja dan bukan di depan orangnya.
Atau better kamu pergi sama temenmu yang lain kalau emang kepribadian kalian nggak klik. Okay?
Day 1
Ini adalah perjalanan pertamaku keluar negri, degdegan tentu. Tapi, bismillah. Perjalan kali ini dimulai hari Jumat, 08/03, aku berangkat dari Jakarta menuju Singapore jam 11.20 sedangkan Rina dan Dewi seharusnya jam 10, tapi pesawat mereka cancel, dan diganti ke SQ (nggak tahu ini sebuah kesialan atau malah keberuntungan, aku pikir yang terakhir). Jadi mereka akan berangkat dari Denpasar jam 12, mepet sekali, karena penerbangan lanjutan kami jam 3 sore dari Singapore ke Ho Chi Min.Setelah tragedi lari-lari di terminal 1, mereka sampai di gate (gate paling ujung pula), dengan tepat waktu. Fyuuuuh.
Hari
itu Singapore diguyur hujan yang cukup deras, pesawat antri di runway, delay
lah 1 jam stuck di runway, saat hujan reda satu persatu pesawat berangkat, tapi
awan dilangit memang cukup tebal, beberapa kali kami mengalami turbulensi. Tapi
we finally arrive at Tân Sơn Nhất
International Airport safelyyyyy! Kaget banget, ketika memasuki pintu
keluar, imigrasi PENUH! Benar-benar penuh banget-banget, padahal ada belasan
loket imigrasi berjejer tapi antrian tetap mengular panjang.
Jujur ini karena aku terlalu nyantai, aku lupa keluar dari bandara harus tunggu di mana awkwkw, ada tanda bus stop ke kanan, tapi pas celingak-celinguk nggak ada juga tuh halte bus atau tanda pemberhentian bus gitu, akhirnya kita lihat-lihat grab, saat lagi lihat grab ada bus 152 datang, aku bilang, ayo kita naik itu, padahal aku gatau naik bus itu turun di mana, aku cuma inget bus itu bisa bawa kita ke kota hahaha.
Kami waktu itu beruntung nggak lama menemukan bus 152 dan naik! Saat naik kondektur bus akan berkeliling menarik ongkos ke penumpang, dan tentu dia tidak bisa berbahasa inggris, dia akan menunjukan sejumlah uang, uang itulah yang harus kita bayar ke dia. Kami ber-3 dengan 2 koper, jadilah kami membayar vnd 25,000, vnd 5,000 untuk perorang dan vnd 5,000 lainnya untuk koper, backpack tidak dihitung.

Tujuan kita adalah ke District 1 mau makan
di apartment café dan duduk duduk di city hall, tapi yang penting kita makan
deh, karena udah sekitar jam setengah 8 juga, dan ternyata apartment café itu
beda jalur sama bus ini, terus ada turis juga dari Indonesia 2 mas-mas yang
tadinya mau makan di food court tapi malah bablas ke Ben Thanh market, jadilah
kita turun juga, karena kita agak familiar dengan Ben Thanh Market.
Oia,
ada 3 pilihan bus yang bisa bawa keluar dari airport untuk ke Tengah kota, ini
pilihannya :
1.
Bus 152 - VND 5.000/person/luggage
2.
Bus 109 - VND 12.000/person
3. Shuttle Bus 49 - VND 40.000/person
Buat temen-temen muslim, turun di Ben Thanh Matket atau Chợ Bến Thành ini oke banget, karena kalian bisa dengan mudah nemuin makanan halal, jadi setelah turun dari halte, kalian nyebrang terus ke kiri, jalan aja sampe ketemu alun-alun, nah di kanan itu udah keliatan gapura/pintu masuk pasarnya, ada tulisan gede Chợ Bến Thành. Sampe depan Chợ Bến Thành, ke sisi kiri lalu belok kanan, sampe ketemu tembok tulisan Cửa Tây nyebrang, nanti ketemu jalanan isinyaa makanan halal, mostly resto Malaysia. Tinggal capcipcup mau makan dimana. Kita makan Phở di Halal Amin Phở Muslim. Kuahnya seger banget, Cuma kayaknya daun-daunya terlalu wangi untuk lidahku, Cuma kalau gapake daun, ini enaaaak bgt. Akhirnya bisa makan Phở di negaranya langsung.
Setelah makan Pho kami sempat keliling dari ujung ke ujung jalan untuk sekadar cuci mata, btw ini tips juga, JANGAN BELI OLEH-OLEH DI BEN THAN MARKET kalau kalian gabisa nawar!
Di luar harga untuk gantungan kunci vnd 30,000 di Ben Thanh Market gantungan kunci yang sama dihargai vnd 200,000, di ruko fixed price (ruko paling depan ben than market) harganya aku lupa sekitar vnd 40,000 atau vnd 45,000.
Jadi lebih baik beli souvenirnya di jalanan sini aja, lebih murah. Karena saya juga gabisa nawar sih hehehe tapi tetep aja, 200,000 men.
Setelah selesai makan dan window shopping
kita ke agen bus Trọng Minh di
district 5. Kita akan pindah kota, yaitu ke Đà Lạt. District 1 nih hidup banget,
malem-malem juga masih rame, pas ke district 5 sekitar jam 10-an udah pada mulai
sepi, resto disini rata-rata tutup paling lama jam 10. Ternyata di sepanjang
jalan ini banyak banget tempat agen bus, dari Futa, Thành Bưởi, Trọng Minh dll, aku
rekomendasiin 2 agen ini, Thành Bưởi
dan Trọng Minh, karena busnya oke banget. (aku searching soal bus
ini 2 bulan dan tanya sana-sini).

1.
Thành Bưởi – Vnd 440,000 : fasilitasnya
oke, tapi dia nggak bisa di book oline, harus dating langsung ke agenya, bisa
milih seat langsung (tergantung availabenya).
2. Trọng Minh – Vnd 420,000 : bisa di book di Redbus,
dan Red Bus Vietnam itu super helpful. Mereka pakai English dan kita bisa tanya
kira-kira di mana turun naik busnya, plus bisa ganti juga turun naik bus kalau
salah book pas di redbusnya (krn slamat di redbus pakai Vietnamese). Oia
sebenernya bus ini bisa di isi 2 org dalam 1 seat ya, tapi aku gatau gimana
caranya, lagian enakan sendiri sih, kalau di rupiahin sekitar Rp280.000
perjalanannya akan memakan waktu 7-8 jam.
Oia, ke Đà Lạt ini bisa juga pakai pesawat, tapi kita kelamaan beli tiketnya jadi harganya mahal, padahal gajauh beda harga pesawat sama bus, TAPI, nggak enaknya naik pesawat, dari bandara ke tengah kotanya JAUH banget. Biaya grabnya lumayan juga. Jadi ngeluarin lebih banyak uang. Tapi tentu kalian jadi lebih cepet sampe dan bisa ngabisinin waktu lebih banyak disini, kalian bisa pilih-pilih masuk ke budget kalian nggak naik pesawat+ongkos ke kotanya, kebetulan kalau aku hotelnya gajauh dari pemberhentian bus, bener-bener di depan banget. Gaperlu lagi naik grab untuk ke hotel. Lumayan nginep di bus, irit biaya hotel ehehehe.
Malam ini kita tidur di bus, sampai jumpa jumpa di Đà Laaaaạt everyoneee!
0 comments:
Posting Komentar