Rabu, 12 Juli 2017

Biru

 


Dalam ketidak berdayaanku menghalau mu dalam kenangan.

Sebenarnya aku ingin mencintaimu secara sukarela, tanpa memikirkan betapa terlukanya jika terabaikan.

Adakalanya aku memikirkanmu dalam waktu-waktu lenggang, di antara rindu dan merelakan.

Aku ingin banyak menulis puisi, tapi hujan tak kunjung datang. Dulu, katamu kau suka hujan, aku tidak tahu sekarang.

Andai saja kamu mau memberi kesempatan, mungkin jalan-jalan berdua tak jadi persoalan.

Kita akan menghabiskan senja dipinggir pantai, berdua saja, menelusuri jembatan. Menunggui matahari turun, dan senja berlalu.

Ingatkah kamu aku paling suka waktu biru, waktu diantara terang dan gelap?

Kadang saat aku terjebak di jalanan pada waktu itu, aku ingat kamu. Hanya saja, luka tak boleh sering-sering di ingat. Iyakan?

Aku banyak foto-foto waktu biru, sebagiannya kupersembahkan untukmu.
This entry was posted in

0 comments:

Posting Komentar