Ya,
Tunggu,
Tidak.
Ada terlalu banyak doa yang sering
kupanjatkan dalam sujud tergesah-gesahku. Tapi ada satu doa yang ku panjatkan
pada malam-malam hening yang ku sisakan sebagai penebus siang yang memburu.
Pada malam-malam itu ku selipkan satu nama, satu
nama berulang-ulang sampai kukira Tuhan bosan mendengarnya.
Karena mungkin kamu adalah topik terhangat yang
sering ku perbincangkan dengan Tuhan .
Tapi hari itu Tuhan menjawab doaku dengan, Tidak.
Hari itu hari dimana aku harus melepasmu walau dulu
rasanya aku tak akan mampu.
Dulu rasanya aku tidak pernah bisa membayangkan
hariku tanpamu.
Dulu rasanya aku tidak akan merasa bahwa senja
begitu semenarik sekarang, karena kamu adalah matahari hangat yang jauh lebih
bersinar dan menyenangkan.
Dulu kukira aku akan sangat sulit melupakan kenangan
bersamamu.
Tapi hari ini, hari dimana aku berjalan sendirian
menyusuri tempat yang pernah kita singgahi tanpa merasa sendiri.
Mungkin kamu adalah salah satu doa yang tidak
dikabulkan, Tuhan.
Mungkin memang aku diberi waktu sebentar untuk bisa
merasakan bahwa setiap doa memang harus selalu sungguh-sungguh dipanjatkan,
sekalipun Tuhan menjawabnya dengan, tidak.
Ini tentang apa? Atau lebih tepat kalau aku bertanya tentang siapa?
BalasHapustentang seseorang yang tak lagi kuselipkan namanya dalam doa, tsaaaaah
HapusApakah ini yang di sebut sebagai cinta tak bertuan ?
BalasHapusmari kita lanjutkan pencarian wkwkw
Hapus