Senin, 18 April 2016

Kamu Adalah Doa Yang Tidak Dikabulkan Tuhan.

Solo - Dian Silviani

     Tuhan menjawab doa umatnya dengan 3 cara, katanya. Yaitu :

Ya,
Tunggu,
Tidak.
Ada terlalu banyak doa yang sering kupanjatkan dalam sujud tergesah-gesahku. Tapi ada satu doa yang ku panjatkan pada malam-malam hening yang ku sisakan sebagai penebus siang yang memburu.
     Pada malam-malam itu ku selipkan satu nama, satu nama berulang-ulang sampai kukira Tuhan bosan mendengarnya.
   Karena mungkin kamu adalah topik terhangat yang sering ku perbincangkan dengan Tuhan .

     Tapi hari itu Tuhan menjawab doaku dengan, Tidak.

    Hari itu hari dimana aku harus melepasmu walau dulu rasanya aku tak akan mampu.
    Dulu rasanya aku tidak pernah bisa membayangkan hariku tanpamu.
   Dulu rasanya aku tidak akan merasa bahwa senja begitu semenarik sekarang, karena kamu adalah matahari hangat yang jauh lebih bersinar dan menyenangkan.
    Dulu kukira aku akan sangat sulit melupakan kenangan bersamamu.
Tapi hari ini, hari dimana aku berjalan sendirian menyusuri tempat yang pernah kita singgahi tanpa merasa sendiri.

   Mungkin kamu adalah salah satu doa yang tidak dikabulkan, Tuhan.

  Mungkin memang aku diberi waktu sebentar untuk bisa merasakan bahwa setiap doa memang harus selalu sungguh-sungguh dipanjatkan, sekalipun Tuhan menjawabnya dengan, tidak.




This entry was posted in

4 komentar:

  1. Ini tentang apa? Atau lebih tepat kalau aku bertanya tentang siapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentang seseorang yang tak lagi kuselipkan namanya dalam doa, tsaaaaah

      Hapus
  2. Apakah ini yang di sebut sebagai cinta tak bertuan ?

    BalasHapus