Kamis, 12 Oktober 2017

Book Review : Falling Into Places

 


Judul : Falling into Place

Penulis : Amy Zhang

Format: Soft Cover

Penerbit: POP

Tahun : 2016 


Bulrb:

Di hari ketika Liz Emerson mencoba bunuh diri, Hukum Gerak Newton dibahas di kelas Fisika. Kelembaman, gaya, massa, gravitasi, kecepatan, percepatan... semua itu belum masuk benar ke kepalanya, tetapi seusai sekolah Liz mempraktikkan hukum-hukum itu dengan melajukan mobilnya ke luar jalan raya.

Kini Liz terbaring sekarat di rumah sakit, dan dia bisa meninggal kapan saja. Seperti halnya Liz tidak memahami Hukum Gerak Newton, orang-orang juga tidak memahami kenapa kejadian nahas ini menimpa Liz Emerson, gadis paling populer dan paling tangguh di Meridian. Tetapi aku paham. Aku bersamanya sewaktu mobil menabrak pagar pembatas jalan dan berakhir di dasar bukit. Aku paham kenapa kami jatuh bebas di tempat itu di minggu ketiga bulan Januari. Aku tahu alasan Liz mengakhiri hidupnya. Aku paham kesedihan yang dialami Liz, alangkah kesepiannya dia dan betapa hancur hatinya.

Setiap aksi menghasilkan reaksi. Namun Liz Emerson tidak perlu lenyap dari dunia ini, bukan?


Review:

Saya selalu suka terjemahan Ice Cube! Penerbit pertama yang rasanya setiap buku terjemahanya saya tunggu-tunggu 😍


Dan ketika saya baca buku ini, saya sampai tanya ke Ice Cube apakah mbak yang menerjemahkan punya akun media sosial. Saya mau berterima kasih karena beliau sudah menerjemahkan buku ini dengan bagus sekali. Kalau gak salah mbaknya hanya punya facebook saja.


Saya suka sekali soalnya, bahkan baru beberapa lembar saja sudah dibuat jatuh cinta dan buku ini masuk jajaran buku fav saya di 2016💙 Semoga buku Amy Zhang lainnya juga diterjemahkan.


Saya jatuh cinta pada buku ini sejak halaman pertama. Menurut guru guiding saya waktu SMK, delapan detik pertama dalam sebuah pertemuan adalah delapan detik yang menetukan apakah orang akan tertarik atau tidak kepada kita.


Nah dalam sebuah buku/cerita juga begitu, beberapa kalimat utama adalah penentuan. Apakah buku itu menarik atau tidak, lanjut dibaca atau tidak.


Dan buku ini berhasil menarik saya sampai berbab-bab selanjutnya. "Aku" membawa saya berpetualang menjadi seorang Liz Emerson, membuat saya seperti berdiri di sepatu Liz, ikut merasakan rasa sakit yang Liz rasakan, melihat sendiri bagaimana Liz akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang menurut orang lain sempurna


Falling Into Place sendiri menceritakan ttg Liz Emerson, gadis populer di SMA Meridian yg sebenarnya telah hancur berkeping-keping bahkan sebelum ia mencoba bunuh diri dgn menabrakan mobilnya keluar jalur tol, menguji hukum newton yg belum dia pahami saat kelas fisika.


Liz Emerson gadis cantik dan populer di sekolahnya bunuh diri? Apasih yang membuat Liz sampai bunuh diri padahal dia punya segalanya. Populer, cantik, dan disukai banyak orang.


Hidup sempurana ternyata tidak selalu membuat orang bahagia. Dan seperti yang Liz bilang bahwa "Kenyataanya tidak sesederhana itu."


Jadi apa yang membuat Liz mengakhiri hidupnya?


"Kesunyian adalah hal yang paling dia takuti sejak lama."


Alur maju mundur yang menggunakan POV ketiga "aku" malah membuat saya ingin cepat cepat mengakhiri buku ini, penasaran siapa si aku, dan ingin segera mengakhiri penderitaan Liz, apapun hasilnya. Hidup atau mati. Tapi juga tidak mau segera berpisah. Saya mau tetap di samping Liz, membisikan kata kata-kata yang "aku" bisikkan.


"Tetaplah hidup"

"Tetaplah hidup"


Setelah kecelakaan mobil (bunuh diri) yang menimpa Liz kemarin, apakah Liz masih sanggup hidup? Apakah Liz masih mau bertahan hidup?

Semua orang mempertanyakan keputusan Liz, sepertiga dari siswa sekolah datang ke tempat kejadian sambil menangis.

Entah menangis karena kehilangan Liz, atau menangisi diri sendiri. karena merasa bahwa Liz saja yang sempurna bisa hancur berantakan, apalagi mereka, bukan?

Pada akhirnya, yang tertinggal hanya Liz si gadis dengan segudang mimpi-mimpi terlupakan, sampai dia menabrakan mobilnya hingga tiada lagi yang tersisa.

Tapi tidak adakah kesempatan kedua yang Liz berikan pada dirinya sendiri? Tidak adakah keinginan untuk mencoba hidup sekali lagi?

_____________________

Saya sudah bilang belum kalau novel ini salah satu novel fav saya di 2016? Sudah ya? Perlu penjelasan lagikah kenapa jadi fav?

Penulis membuat setiap bab terasa begitu berat dan frustasi. Tapi saya tidak kunjung berhenti membaca, hanya karena saya begitu berharap pada Liz. :") Sekecil apapun. Semustahil apapun.

Buku debut dari Amy Zhang ini sukses membuat saya memberikan lima bintang, bahkan rela re-read di tengah skripsi dan readingslump yg berkepanjangan :")


Dengan alur campuran yaitu maju-mundur, penulis berhasil membuat saya penasaran bab berikutnya, apalagi yg blm kita ketahui tentang alasan Liz bunuh diri.

Setiap bab terasa cukup, tdk berlebihan bahkan bs dibilang sedikit. Jarang sekali ada dialog.

Uniknya POV dalam novel ini menggunakan POV ketiga "Aku"  yg membuat pembaca terus menebak apa hubunganya dgn Liz.

Setiap babnya mengandung rasa frustasi dan kesedihan. Rasa frustasi Liz terhadap banyak hal ketika dia hidup. Juga kesedihan yg dialami oleh orang di dekat Liz yang tidakk menyangka bahwa seorang Liz Emerson akan bunuh diri.

Novel ini terlalu sendu.
Karakternya jg terasa real.

Liz yg menginginkan perhatian dan penuh rasa bersalah.
Julie yg tidak suka diperhatikan dan rapuh.
Atau Kenny yg senang jadi pusat perhatian dan tidak mau disaingi.

Tipikal anak-anak populer saat SMA.

Btw saya juga suka Liam, cowok yang naksir Liz dari dulu secara diam-diam, sedikit sih porsinya, karena kan dia cuma bisa melihat Liz dari jauh. Tapi kehadiran Liam bikin cerita jadi terasa lebih 'normal'. Oh jgn lupa soal ibunya Liz, yang berusaha jadi ibu yang terbaik dan membebaskan tapi malah kehilangan Liz.

"She wished to be happy, and fell asleep with an entire sky above her"
"Dia mendambakan kebahagiaan, lalu jatuh tertidur beratapkan langit luas yang mengawasinya"

Diatas adalah quotes fav saya. Bisa bedain kan asli sama terjemahannya? Tapi terjamahannya malah bikin novel ini makin terasa syahdu. Makasih Pop Ice Cube dan Mbak Rini sudah menerjemahkan novel ini 

Rate : 5/5
This entry was posted in