Senin, 21 November 2016

Di Waktu-waktu Tertentu






Di waktu tertentu. 

Di waktu-waktu tertentu ketika aku melewati belokan atau

 jalanan yang dulu sering kita lalui, aku berharap, sekaligus

tidak, bahwa kamu juga melewatinya. 




Di waktu-waktu tertentu ketika rindu menyerang, aku 

berharap kamu juga sedang melamunkanku di sudut 

ruangan.



Di waktu-waktu tertentu ketika aku tertawa bersama 

temanku, aku berharap kamu tak lagi melintas di kepalaku. 



di waktu-waktu tertentu ketika aku harus menelan dengan

susah payah makanan kesukaanmu, hanya karena aku lupa


makanan tersebut tak lagi bisa kita bagi dua seperti dulu.



dan ada pula waktu dimana aku ingin menenggelamkan 

segala kenangan bersamamu, tapi juga tak ingin lupa 

betapa bahagianya aku, 


dulu.
This entry was posted in

Minggu, 13 November 2016

Kamis, 13 Oktober 2016

Tidak Berbalas



Aku tak sengaja menengelamkan diri dalam tatapan matamu.

Jatuh hati padamu,
Sendirian,

Tapi tak pernah kupikirkan,
Bahwa ternyata jatuh sendirian adalah kesedihan yang tak terbantahkan.

Manakala aku ingin berujar perihal rasa tapi asa tak mampu mencapai kamu.

Ingin kupastikan perasaan hingga tidak ada yang ketinggalan.

Tapi justru kenyataan yang membuat hilang harapan.
This entry was posted in

Senin, 18 April 2016

Kamu Adalah Doa Yang Tidak Dikabulkan Tuhan.

Solo - Dian Silviani

     Tuhan menjawab doa umatnya dengan 3 cara, katanya. Yaitu :

Ya,
Tunggu,
Tidak.
Ada terlalu banyak doa yang sering kupanjatkan dalam sujud tergesah-gesahku. Tapi ada satu doa yang ku panjatkan pada malam-malam hening yang ku sisakan sebagai penebus siang yang memburu.
     Pada malam-malam itu ku selipkan satu nama, satu nama berulang-ulang sampai kukira Tuhan bosan mendengarnya.
   Karena mungkin kamu adalah topik terhangat yang sering ku perbincangkan dengan Tuhan .

     Tapi hari itu Tuhan menjawab doaku dengan, Tidak.

    Hari itu hari dimana aku harus melepasmu walau dulu rasanya aku tak akan mampu.
    Dulu rasanya aku tidak pernah bisa membayangkan hariku tanpamu.
   Dulu rasanya aku tidak akan merasa bahwa senja begitu semenarik sekarang, karena kamu adalah matahari hangat yang jauh lebih bersinar dan menyenangkan.
    Dulu kukira aku akan sangat sulit melupakan kenangan bersamamu.
Tapi hari ini, hari dimana aku berjalan sendirian menyusuri tempat yang pernah kita singgahi tanpa merasa sendiri.

   Mungkin kamu adalah salah satu doa yang tidak dikabulkan, Tuhan.

  Mungkin memang aku diberi waktu sebentar untuk bisa merasakan bahwa setiap doa memang harus selalu sungguh-sungguh dipanjatkan, sekalipun Tuhan menjawabnya dengan, tidak.




This entry was posted in